Project Highlight: Residential

Jambi, Center Sumatera

Keindahan Natural Stone: Marmer Lantai dan Travertine Fasad Jadi Bintang Utama Proyek Hunian Neo-Klasik Ini

Marmure.com — Di tengah tren desain hunian mewah yang semakin beragam, satu elemen tetap menjadi penanda kelas tersendiri: penggunaan material batu alam. Proyek rumah tinggal bergaya neo-klasik ini menjadi contoh nyata bagaimana travertine, marmer, dan natural stone lainnya dapat diracik sedemikian rupa—mulai dari fasad hingga ruang keluarga—untuk menghasilkan tampilan yang autentik, mewah, dan tak lekang oleh waktu.
Fasad: Travertine sebagai Kulit Bangunan

 

     Pada bagian eksterior, dinding bangunan didominasi oleh batu alam Travertine Navona berwarna krem kekuningan dengan pola serat horizontal yang halus—ciri khas batu travertine yang terbentuk dari endapan mineral alami. Tekstur berpori khas Travertine Navona ini memberi kesan hangat dan “hidup” pada fasad, berbeda dari material fabrikasi lainnya yang cenderung terlihat datar dan kurang tahan lama.
     Material ini dipadukan dengan elemen cat berwarna putih bersih yang digunakan pada pilar-pilar besar bergaya Korintus, lisplang atap, serta bingkai jendela lengkung. Kontras antara permukaan travertine yang bertekstur dengan elemen putih yang halus dan presisi menciptakan hierarki visual: Travertine Navona sebagai “kanvas” utama, sementara elemen putih menegaskan detail arsitektural klasik seperti kapital kolom dan cornice.
   
     Di bagian bawah kolom, terlihat pula aksen batu alam berwarna gelap yaitu Granite Kosmuz yang digunakan sebagai base dan plinth. Penempatan warna gelap di bagian bawah ini secara visual memberi kesan kokoh dan “menjejak”, sekaligus melindungi area yang paling rawan terkena kotoran, air hujan, dan cuaca.
Lantai Ruang Keluarga: Marmer dengan Pola Bookmatch dan Inlay
     Memasuki ruang keluarga, material marmer pada lantai benar-benar menjadi pusat perhatian. Lantai ruangan menggunakan Marmer Mooncream dengan Marmer Golden Deep River urat emas keemasan (gold-veined marble) yang dipasang dengan teknik bookmatch—metode pemasangan di mana dua sampai empat lempeng marmer dari irisan yang sama disusun berhadapan sehingga polanya saling mencerminkan, menghasilkan motif simetris seperti kupu-kupu atau kaleidoskop di tengah ruangan.
     Motif utama ini kemudian dibingkai oleh border Marmer Italian Emperador, memberikan kontras tegas yang mempertegas bentuk geometris lantai—dari pola kotak berlapis (nested square) hingga garis-garis inlay tipis Marmer Mooncream yang berfungsi sebagai aksen pemisah antar bidang. Permukaan lantai dipoles glossy sehingga memantulkan cahaya chandelier dan siluet interior di atasnya, memperkuat kesan mewah dan memperluas persepsi ruang secara visual.
Dinding: Perpaduan Marmer Urat Besar Bookmatch 4 Slab
     Pada dinding-dinding tinggi ruang keluarga, material batu alam kembali tampil dominan namun dengan karakter berbeda dari lantai.
     Yang menarik, salah satu panel dinding menampilkan batu berwarna gelap dengan urat putih yang disusun secara bookmatch simetris membentuk pola menyerupai kristal atau berlian, yaitu Granite Sodalita Nera. Untuk menciptakan focal point dinding maka dinding dibuat Bookmatch. Granite bermotif dramatis ini diapit oleh elemen kayu berlapis metalik emas (rose gold trim), sehingga urat batu alam yang organik justru semakin menonjol di antara garis-garis logam yang tegas dan lurus.
     Penggunaan natural stone secara konsisten dari luar hingga ke dalam bangunan ini menunjukkan pendekatan desain yang tidak sekadar mengejar kesan mewah sesaat, melainkan berinvestasi pada material yang punya nilai jangka panjang. Travertine dan marmer, dengan segala keunikan urat dan teksturnya, menjadikan setiap sudut rumah ini tampil beda—sebuah pengingat bahwa dalam desain klasik, batu alam tetap menjadi bahasa kemewahan yang paling jujur.

Interested in more details? Contact us down below and we’ll assist you